Minggu, 04 Februari 2018

Ziarah Untuk Syuhada Jabal Uhud



Jabal Uhud merupakan gunung terbesar dan tertinggi  di Kota Madinah membentang sepanjang 7 km. Di lembah bukit ini pernah terjadi sebuah peperangan yang begitu dasyat antara kaum Muslimin (sekitar 700 orang)  melawan kaum kafir Quraisy  sebanyak 3.000 orang. Perang terjadi pada 15 Syawal dimana kaum muslimin yang gugur mencapai 70 orang diantaranya Paman Nabi Muhammad SAW yaitu Hamzah bin Andul Munthalib, kemudian Mush’ab bin Umair, Abdullah bin Jahsyin dan lainnya.
Paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib gugur karena dilempar tombak oleh Wahsyi. Wahsyi adalah seorang budak milik Jubair bin Muth’am yang mempunyai keahlian melempar tombak dengan teknik Habsyi. Di perang Uhud Wahsyi tidak punya tujuan lain kecuali untuk membunuh Hamzah demi untuk kebebasannya dari perbudakan dan hadiah-hadiah yang berlimpah yang dijanjikan oleh Hindun binti Utbah. Hindu adalah istri seorang kaum musyrikin yang ingin membalas dendam karena ayahnya dibunuh Hamzah pada saat perang Badar.
Sesungguhnya strategi di Perang Uhud sangat bagus
dimana umat Islam mengadakan musyawarah bersama para sahabatnya yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. Sewaktu musuh telah tiba di perbatasan Madinah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar umat Islam menyosong kedatangan musuh di luar kota Madinah. 100 orang  pemanah ditempatkan di atas gunung Uhud, untuk menyerang dari berbagai serangan yang ada apabila kaum musyrikin mulai menggempur kedudukan umat Islam, sehingga dalam perang yang dasyat itu berlangsung akhirnya umat Islamlah yang mendapat kemenangan gemilang. Karena melihat barang-barang yang ditinggalkan musuh(ghanimah) , beberapa diantara pemanah menginggalkan pos – posnya lalu turun  untuk mengambil barang-barang tersebut, padahal Nabi Muhammad SAW sudah memberikan instruksi agar tidak meninggalkan pos meski terjadi sesuatu apapun itu. Karena terdapat pengosongan pos oleh pemanah, akhirnya pemimpin tentara berkuda Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam) menggerakkan kembali tentaranya untuk menyerang kembali umat Islam.  Sehingga umat Islam mengalami kekalahan yang mengakibatkan 70 orang mati sahid dan mereka disebut sebagai “Syuhada Uhud”. Para Syuhada dimakamkan ditempat dimana mereka gugur, disitulah Nabi merasakan kesedihan yang aaamaat dalam atas gugurnya umat muslimin. Nabi Muhammad memerintahkan agar para syuhada dimakamkan di tempat tepat mereka roboh, sehingga terdapat satu liang kubur terdapat beberapa syuhada.
Pada masa Khalifah Marwan bin Hakam sekitah 46 tahun kemudian, telah terjadi banjir besar sehingga makam Hamzah dan Abdullah bin Jahsyin mengalami rusak berat. Ternyata, meski sudah lebih dari 40 tahun di dalam kubur, jasad kedua sahabat itu masih terlihat segar, seperti baru saja meninggal, Masya Allah…. Maka jasadnya dikubur di tempat lain tapi masih berada di area pemakaman ditandai dengan bebatuan berwarna hitam membentuk kotak. Komplek pemakaman diberi pagar berjeruji setinggi sekira-kira 3 meter dan sangat sederhana.
Jabal Uhud adalah bukit yang dijanjikan di surga. Jika kita ingin melihat bukit yang ada di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi SAW bersabda, “Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga”(HR Bukhari). Nama Jabal Uhud bisa diartikan sebagai bukit yang keberadaannya menyendiri karena uhud artinya ‘Penyendiri’.  Tak seperti umumnya gunung  di Kota Madinah, Jabal Uhud seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung yang lain.
Peziarah bisa bebas melihat ke area dalam pemakaman para syuhada. Namun tetap ada aturan yang berlaku yang harus di taati pada saat berziarah. Aturannya ada dan sudah tertulis dalam bahasa Indonesia sehingga mudah dimengerti oleh para peziarah. Selama berada di Jabal Uhud pengunjung dapat mendaki bukit yang ukurannya tidak terlalu tinggi, namun tidak mudah untuk bisa mencapai puncaknya. Tentunya tetap harus selalu berhati-hati untuk mendakinya.
Yuk kita ziarahi gunung yang kelak ada di syurga.
Salam Baitullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar