Jabal Uhud
merupakan gunung terbesar dan tertinggi
di Kota Madinah membentang sepanjang 7 km. Di lembah bukit ini pernah
terjadi sebuah peperangan yang begitu dasyat antara kaum Muslimin (sekitar 700
orang) melawan kaum kafir Quraisy sebanyak 3.000 orang. Perang terjadi pada 15
Syawal dimana kaum muslimin yang gugur mencapai 70 orang diantaranya Paman Nabi
Muhammad SAW yaitu Hamzah bin Andul Munthalib, kemudian Mush’ab bin Umair,
Abdullah bin Jahsyin dan lainnya.
Paman Nabi,
Hamzah bin Abdul Muthalib gugur karena dilempar tombak oleh Wahsyi. Wahsyi
adalah seorang budak milik Jubair bin Muth’am yang mempunyai keahlian melempar
tombak dengan teknik Habsyi. Di perang Uhud Wahsyi tidak punya tujuan lain
kecuali untuk membunuh Hamzah demi untuk kebebasannya dari perbudakan dan
hadiah-hadiah yang berlimpah yang dijanjikan oleh Hindun binti Utbah. Hindu
adalah istri seorang kaum musyrikin yang ingin membalas dendam karena ayahnya
dibunuh Hamzah pada saat perang Badar.
Sesungguhnya strategi di Perang
Uhud sangat bagus
dimana umat Islam mengadakan musyawarah bersama para
sahabatnya yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. Sewaktu musuh telah tiba di
perbatasan Madinah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar umat Islam menyosong
kedatangan musuh di luar kota Madinah. 100 orang pemanah ditempatkan di atas gunung Uhud,
untuk menyerang dari berbagai serangan yang ada apabila kaum musyrikin mulai
menggempur kedudukan umat Islam, sehingga dalam perang yang dasyat itu
berlangsung akhirnya umat Islamlah yang mendapat kemenangan gemilang. Karena
melihat barang-barang yang ditinggalkan musuh(ghanimah) , beberapa diantara
pemanah menginggalkan pos – posnya lalu turun
untuk mengambil barang-barang tersebut, padahal Nabi Muhammad SAW sudah
memberikan instruksi agar tidak meninggalkan pos meski terjadi sesuatu apapun
itu. Karena terdapat pengosongan pos oleh pemanah, akhirnya pemimpin tentara
berkuda Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam) menggerakkan kembali tentaranya
untuk menyerang kembali umat Islam. Sehingga umat Islam mengalami kekalahan yang
mengakibatkan 70 orang mati sahid dan mereka disebut sebagai “Syuhada Uhud”. Para
Syuhada dimakamkan ditempat dimana mereka gugur, disitulah Nabi merasakan
kesedihan yang aaamaat dalam atas gugurnya umat muslimin. Nabi Muhammad
memerintahkan agar para syuhada dimakamkan di tempat tepat mereka roboh,
sehingga terdapat satu liang kubur terdapat beberapa syuhada.
Pada masa Khalifah Marwan bin
Hakam sekitah 46 tahun kemudian, telah terjadi banjir besar sehingga makam
Hamzah dan Abdullah bin Jahsyin mengalami rusak berat. Ternyata, meski sudah
lebih dari 40 tahun di dalam kubur, jasad kedua sahabat itu masih terlihat
segar, seperti baru saja meninggal, Masya Allah…. Maka jasadnya dikubur di
tempat lain tapi masih berada di area pemakaman ditandai dengan bebatuan
berwarna hitam membentuk kotak. Komplek pemakaman diberi pagar berjeruji
setinggi sekira-kira 3 meter dan sangat sederhana.
Jabal Uhud adalah bukit yang
dijanjikan di surga. Jika kita ingin melihat bukit yang ada di surga, maka
ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi SAW bersabda, “Bukit Uhud adalah salah satu dari
bukit-bukit yang ada di surga”(HR Bukhari). Nama Jabal Uhud bisa diartikan
sebagai bukit yang keberadaannya menyendiri karena uhud artinya ‘Penyendiri’. Tak seperti umumnya gunung di Kota Madinah, Jabal Uhud seperti
sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung yang lain.
Peziarah bisa bebas melihat ke area dalam
pemakaman para syuhada. Namun tetap ada aturan yang berlaku yang harus di taati
pada saat berziarah. Aturannya ada dan sudah tertulis dalam bahasa Indonesia
sehingga mudah dimengerti oleh para peziarah. Selama berada di Jabal Uhud
pengunjung dapat mendaki bukit yang ukurannya tidak terlalu tinggi, namun tidak
mudah untuk bisa mencapai puncaknya. Tentunya tetap harus selalu berhati-hati
untuk mendakinya.
Yuk kita ziarahi gunung yang kelak ada di syurga.
Salam Baitullah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar