Di
Tanah suci terdapat beberapa tempat yang memiliki keutamnaan untuk
melasksanakan ibadah dan sangat mustajab utnuk berdoa. Bahkan, karena begitu
tingginya keutamaan tersebut, banyaak orang yang merekomendasikan untuk berdoa ditempat tersebut dengan harapan
doanya bisa dikabulkan oleh Allah. Salah satu bagian dari dinding Ka’bah yang
menjadi tempat dijabahnya doa adalah Multazam. Multazam terletak diantara Hajar
Aswad dan sebelum Pintu Ka’bah. Multazam memiliki makna “tempat yang amat
diperlukan”.
Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah Shallallahi ‘alaihi wa salalm
bersabda :
“Multazam adalah tempat dikabulkan doa. TIdak ada
satupun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan” (HR.Ahmad)
Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah
Shallallahi ‘alaihi wa salam bersabda: “Tempat diantara sudut Ka’bah dan Maqom Ibrahim adalah Multazam,
setiap orang sakit yang berdoa di sana pasti akan sembuh ” (HR.Ahmad)
Bagiku,
berada di
Multazam sungguh terasa sangat nikmat. Pesona Multazam bagaikan magnet yang
menarik setiap jamaah untuk mendekatinya. Rasanya tak mau sedikitpun bergeser
dari tempat yang mustajab ini. Namun, gelombang jamaah yang selalu padat dan berlomba-lomba mendekati Multazam membuat saya
harus rela meninggalkan tempat itu.
Sebagai
pertimbangan bahwa jika kita berdoa jangan sampai
mengganggu orang lain dengan memperpanjang doa kita, tidak diperkenankan
berdesak-desakan bahkan menyakiti orang lain. Dikala melihat ada kesempatan dan
kelonggaran, berdoalah di tempat musjajab, jika tidak ada, cukuplah berdoa ketika thawaf dan
(dalam) sujud shalat dalam Masjidil Haram
Tidak ada komentar:
Posting Komentar