Rabu, 01 Agustus 2018

Pengabdian Masyarakat 2018 - MI Sa’adatuddarain Pagi


Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diadakan pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2018, sosialisasi ini dilakukan untuk membekali guru dan wali murid dalam menggunakan internet khususnya memerangi berita bohong atau hoax. Kegiatan dilaksanakan di Ruangan Kelas MI Sa’adatuddarain Pagi yang beralamat di Jl. Kampung Prapatan Raya No. 103 Kelurahan Tegal Parang Kecamatan Mampang Prapatan Jakarta Selatan.Kegiatan ini sangat menarik dapat dilihat dari antusias dan keaktifannya peserta dalam bertanya pada saat mengikuti sosialisasi ini. Kegiatan berjalan dengan baik dan lancer, Sebagai kenang-kenangan kegiatan ditutup dengan foto bersama antara panitia penyelenggara pengabdian masyarakat dengan wali murid MI Sa’adatuddarain

 

Selasa, 06 Februari 2018

Wisata sekitar Masjid Nabawi


1.       Pemakaman Baqi’
Makam Baqi Al Gharqad, sebuah tempat pemakaman yang dipilih oleh Rasulullah sebagai makam keluarga. Semua istri Rasulullah  dimakamkan di Baqi kecuali Khadijah dan Maimunah. (Khadijah dimakamkan di Ma'la, Makkah dan Maimunah di pemakaman syarif perbatasan kota Makkah). Putra - putri Rasulullah juga dimakamkan di Baqi termasuk Siti Fatimah Azzahra, Ruqayyah, Zainab, Ummi Kultsum, Ibrahim (anak laki-laki Rasul yang meninggal ketika masih bayi) . Halimatus Sa'diyah (Ibunda susu Nabi) dan Utsman bin Affan (Khalifah ke-3 sekaligus menantu Rasul)  juga dimakamkan disana.    
Pemakam Baqi’ yang memiliki kedudukan dari sisi agama dan sejarah ini dikenal dengan sebutan Jannatul Baqi’.




2.       Masjid Al Ghamamah
 Masjid Ghamamah artinya masjid mendung atau awan tebal. Lokasi masjid ini pada jaman Rasulullah Saw. merupakan alun-alun atau tanah lapang di tengah-tengah kota. Setiap shalat hari raya Idul Fitri atau Idul Adha Nabi selalu melaksanakan di alun-alun ini, juga pada waktu Shalat Istisqa (shalat minta hujan). Ketika Nabi Muhammad Saw. dan penduduk kota Madinah melakukan Shalat Istisqo datanglah awan tebal atau mendung kemudian menurunkan hujan. Dari riwayat lain dikatakan “pada suatu ketika Nabi khutbah Idul Fitri terlalu panjang atau lama sehingga para jamaah gelisah karena terik matahari, datanglah mendung atau awan tebal yang menutupi matahari hingga acara selesai”. Untuk mengingatkan acara ini dibangunlah sebuah masjid yang diberi nama Masjid Ghamamah yang berarti awan atau mendung.
Masjid Al-Ghamamah yang dihiasi dengan lapisan batu basal hitam ini berbentuk persegi panjang, terdiri dari dua pintu masuk dan aula shalat.  Akibat perluasan Masjid Nabawi, kini letak masjid ini hampir bersebelahan dengan masjid Nabawi, sekitar 350 m dari Masjid Nabawi dari pintu Babussalam. Sekarang  Masjid ini tidak dipakai untuk sholat 5 waktu karena letaknya yang berdekatan dengan Masjid Nabawi, tetapi  Masjid Al-Ghamamah ini selalu dikunjungi para jemaah haji maupun umrah.

3.       Masjid Abu Bakar al-Shiddiq
Masjid Abu Bakar al-Shiddiq. Jaraknya sekitar 335 m dari Masjid Nabawi dan 40 meter dari Masjid Ghomamah. Tempat ini juga pernah digunakan untuk shalat Ied oleh Nabi, lalu diikuti oleh Khalifah Abu Bakar. Namun, Khalifah Umar lah yang pertama kali membangun Masjid ini.
Kami sempat foto di depan masjid sebagai kenangan meskipun tidak sempat masuk ke masjid. 


4.       Masjid Ali bin Abi Thalib
Masjid ini berjarak sekitar 290 meter dari Masjid Nabawi. Menurut riwayat, Nabi pernah shalat Ied di tempat ini. Renovasi dan perluasannya dilakukan oleh Raja Fahd hingga total luasnya mencapai 31 x 22 m, disertai menara setinggi 26 meter. Menurut keterangan dari pembimbing umroh kami, Ustad Abdul Somad, Lc lokasi Masjid tersebut dulunya adalah tempat tinggal Ali bin Abi Thalib yang menikah dengan Fatimah Az Zahra anak kesayangan Nabi Muhammad.

5.       Museum Asmaul Husna
Di dalam museum Asmaul Husna dijelaskan asal mula kenapa Tuhan dalam Islam disebut dengan Allah, kemudian dijelaskan satu-persatu nama-nama Allah SWT beserta penjelasannya oleh petugas dengan menggunakan diorama, kaligrafi, dan multimedia baik video maupun aplikasi layar sentuh.  Banyak hal yang dapat dikagumi didalamnya, sampai – sampai saya tidak sempat mengabadikan terutama kaligrafi yang indah dan penjelasan mengenai penciptaan alam semesta, manusia dan alam, serta rahasia-rahasia alam yang banyak disebut di dalam Al-Quran.
Museum Asmaul Husna ini didesain dengan membaginya menjadi tiga ruang.
1.      Ruang pertama berisi tulisan nama-nama Allah yang yang jika direnungi, maka akan menambah rasa cinta kepada-Nya. “Nama-nama tersebut antara lain Allah, Al Ghofur, Al Afwu, Al Jawwad, dan lainnya,”
2.      Kedua adalah ruang yang berisi tulisan nama-nama Allah yang jika direnungi akan menumbuhkan rasa takut akan kebasaran-Nya. “Nama-nama itu misalnya, Asy-Syahid, Ar-Raqib, Al-Qawwy, dan lainnya,”
3.      Ruangan ketiga berisi tulisan nama-nama Allah yang jika direnungi akan menambah pemahaman kita tentang keagungan-Nya. “Nama itu misalnya Al-Wahidul Ahad, Al Wahid, Al Aziz, Al-Aly, serta lainnya,”

Minggu, 04 Februari 2018

Ziarah Untuk Syuhada Jabal Uhud



Jabal Uhud merupakan gunung terbesar dan tertinggi  di Kota Madinah membentang sepanjang 7 km. Di lembah bukit ini pernah terjadi sebuah peperangan yang begitu dasyat antara kaum Muslimin (sekitar 700 orang)  melawan kaum kafir Quraisy  sebanyak 3.000 orang. Perang terjadi pada 15 Syawal dimana kaum muslimin yang gugur mencapai 70 orang diantaranya Paman Nabi Muhammad SAW yaitu Hamzah bin Andul Munthalib, kemudian Mush’ab bin Umair, Abdullah bin Jahsyin dan lainnya.
Paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib gugur karena dilempar tombak oleh Wahsyi. Wahsyi adalah seorang budak milik Jubair bin Muth’am yang mempunyai keahlian melempar tombak dengan teknik Habsyi. Di perang Uhud Wahsyi tidak punya tujuan lain kecuali untuk membunuh Hamzah demi untuk kebebasannya dari perbudakan dan hadiah-hadiah yang berlimpah yang dijanjikan oleh Hindun binti Utbah. Hindu adalah istri seorang kaum musyrikin yang ingin membalas dendam karena ayahnya dibunuh Hamzah pada saat perang Badar.
Sesungguhnya strategi di Perang Uhud sangat bagus

Sholat Di Masjid Quba



Dalam sejarah Islam, Masjid yang pertama dibangun oleh Rasulullah SAW  adalah Masjid Quba pada saat perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah tahun 622 Masehi bertepatang pada hari Senin 8 Rabiul Awal atau 23 September. Masjid Quba sekrang sudah direnovasi  dan diperluas oleh Kerajaan Arab Saudi. Renovasi dilakukan pad atahun 1986 dengan daya tampung mencapai 20.000 jamaah.
Diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif r.a, ia pernah mendengan Rasulullah Shallallahi ‘alaihi wa salalm bersabda : “Barang siapa yang bersuci (berwudhu) dirumahnya, kemudian pergi ke Masjid Quba, lalu ia shalat di dalam Masjid Quba, maka baginya pahala seperti pahala umrah” (HR.Tarmdzi)
Selasa, 16 Januari 2017 kami berkumpul di lobby AlHaram Hotel dalam keadaan sudah berwudhu lalu siap menuju masjid Quba untuk sholat dhuha disana, agar mendapatkan pahala umrah sesuai hadist diatas. Aamiin. Subhanallah, saat itu kami belum umrah saja sudah dijamin dapat pahala umrah.
Ya Allah Yaa Rahman Yaa Rahim, saya berkesempatan bisa sholat Dhuha dan sholat Hajat di Masjid Quba, MasyaAllah merupakan kenikmatan tersendiri bagi saya. Tak henti saya memuji keagungan Allah, Bersholawat untuk Baginda Nabi serta memanjatkan doa dalam Bahasa Indonesia dan tak bisa ditulis disi hehehhe…

Inilah foto saya dan jamaah Arminareka  di Masjid Quba

Multazam



Di Tanah suci terdapat beberapa tempat yang memiliki keutamnaan untuk melasksanakan ibadah dan sangat mustajab utnuk berdoa. Bahkan, karena begitu tingginya keutamaan tersebut, banyaak orang yang merekomendasikan untuk  berdoa ditempat tersebut dengan harapan doanya bisa dikabulkan oleh Allah. Salah satu bagian dari dinding Ka’bah yang menjadi tempat dijabahnya doa adalah Multazam. Multazam terletak diantara Hajar Aswad dan sebelum Pintu Ka’bah. Multazam memiliki makna “tempat yang amat diperlukan”.   

Dari Ibnu Abbas r.a bahwa  Rasulullah Shallallahi ‘alaihi wa salalm bersabda :
“Multazam adalah tempat dikabulkan doa. TIdak ada satupun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan” (HR.Ahmad)
Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahi ‘alaihi wa salam bersabda: “Tempat diantara sudut  Ka’bah dan Maqom Ibrahim adalah Multazam, setiap orang sakit yang berdoa di sana pasti akan sembuh ” (HR.Ahmad)

Bagiku,

Rabu, 31 Januari 2018

Hal Terkesan yang ingin Balik dan Balik untuk Umroh



Hal - hal berupa peristiwa sekaligus tempat yang  terkesan membuat balik dan balik lagi untuk Umroh ..
1.      Raudhoh
Raudhoh merupakan tempat mustajabnya doa yang berada  di Masjid Nabawi. Rasulullah bersabda “Tempat yang terletak diantara rumah saya dan mimbar saya adalah salah satu di antara taman-taman surga” (HR. Bukhari Muslim)
Dari hadits ini, kita dapat ketahui bahwa apabila sholat dan berdo’a di Raudhah maka memiliki keutamaan dan kemuliaan. Maka dari itu, sholat dan do’a di Raudhah adalah list wajib jama’ah umroh dari manapun.

Bagi jamaah perempuan untuk menuju Raudhah sangatlah terbatas tetapi bagi jamaah laki-laki dibuka 24 jam selain waktu sholat maktubah atau selain waktu2 tertentu. Tempat khusus jamaah perempuan tidak terlalu lebar sedangkan jama’ah sangat membludak (membludaknya jamaah karena berbarengan dengan liburan sekolah Arab Saudi) dan ingin berlama-lama sholat dan do’a disana. Pada waktu itu Pintu Raudhoh untuk jamaah perempuan dibuka 3X yaitu pagi jam 07.30 – 8.45 lalu Siang jam 13.30 – 14.00 dan malam hari jam 20.30 – 23.00. Kita masuk melalui pintu 30.

Untuk sujud syukur, sholat dan do’a di Raudhah itu butuh perjuangan fisik dan mental yang kuat diiringi dengan kesabaran dan doa agar dipermudah oleh Alloh . Alhamdulillah dengan ijin Allah saya sampai juga di karpet warna hijau penanda bahwa tempat tersebut adalah Raudhoh . Kesannya bagai mana? Subhanalloh  tak bisa dijelaskan oleh kata-kata. Ibaratnya ketika kita di Raudhah itu kita berharap ‘berjumpa’ dengan seseorang yang selama ini kita cintai, kita rindukan. Pokoknya bakal meleleh, nangis haru tak terbendung terutama ketika sujud dalam sholat.

Selasa, 30 Januari 2018

Umroh Preparation – Premolut N



Minggu Tanggal 14 Januari 2018 siap landas ke tanah suci by Lion Air. Sempat bingung antara senang atau sedih karena sepertinya  jadwal tamu bulanan berbarengan nih sama jadwal umroh. Daaann,, pada akhirnyaa…Mau gak mau terpaksa musti konsumsi obat hormon untuk menunda haid selama umroh.

Kata tetangga aku yang sudah Umroh dia ke dokter rumah sakit ****** untuk konsultasi obat penunda haid, Kebayang lah biayanya itu baru konsultasi belum harga obatnya. Hemmmmm. Sempet bingung tuh, pergi ke dokter umum atau ke dokter kandungan apa cukup kebidan? Yowieslah saya ambil paling murah aja ke Bidan, ternyata sudah dua kali ke Bidan tapi orangnya lagi sibuk. Mungkin ini adalah salah satu rezeki dari Allah supaya konsultasinya “Gratis” yaitu pake whatshap heheheh… Dan benar sekali “Nama obatnya Primolut bu” kata bidan.

Dengan bermodalkan kata kunci “Primolut” akhirnya saya searching ke MbahGoogle. Hasil googling saya menyebabkan kebingunggan, maklum dan harus dimaklumin ya. Hasil googling menjelaskan efek samping obat ini, antara lain: spotting/flek, pusing dan mual, jika terjadi spotting maka dosis ditambah 1 tablet lagi. Obat ini bisa mulai diminum 3 hari sebelum perkiraan tanggal haid berikutnya. Perhatikan obat ini tidak boleh dikonsumsi lebih dari 14 hari  sedangkan dosisnya 1-3 × 1 tablet sehari. Haid akan datang setelah 2-3 hari konsumsi obat dihentikan. Harga obat ini bisa dilihat di apotik terdekat

Permasalahan saya, kapan ya saya harus mengkonsumsi obatnya hehehe udah Google masih ada masalah aja. Yang jelas bulatkan Niat Menuju Baitullah terus Berdoa agar diberikan yang terbaik karena Allah bersama prasangka hamba-hambanya. Akhirnya 3 hari sebelum keberangkatan saya mulai minum Primolut (boleh obat merk lain yang sejenis) dengan dosis  3 X 1 dalam sehari.  Saya mulai minum Primolut tanggal 11 Januari tepat pukul 10 siang, keberangkatan umroh tanggal 14 - 22 Januari  sedangkan perkiraan haid pertengahan Januari 2018.

Primolut diminum 3 X 1 hari kira-kira setiap 8 jam sekali bolehlah mundur satu jam kalau kelupan. Nah biar ga lupa saya kasih jadwal minum obatnya (mempertimbangkan waktu Indonesia dan waktu Arab ya) dan  dipikirkan gimana caranya biar gak lupa atau gak kelewatan jadwal minum obatnya. Karena obat hormon ini kalau kelewatan minum bisa berabe nih. Berdasarkan MbahGoogle obat ini selain untuk menunda haid juga bisa jadi terapi untuk yang haidnya gak lancar atau gak teratur, jadi kalau minum gak sesuai waktu yang benar bukannya menunda malah dikhawatirkan malah jadi  keluar dengan lancar jaya… Perhatikan inilah jadwal minum yang per 8 jam itu, Untuk waktu bagian Arab Saudi minum jam 6 pagi (sehabis shalat subuh), jam 2 siang (sehabis makan siang) dan jam 10 malam (sebelum tidur). Nah waktu bagian Indonesia nya ya tinggal masing2 dikurangi 4 jam aja. Jadi, di Indonesia minum jam 2 pagi, jam 10 pagi dan jam 6 sore.

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Premolut-N nya bekerja dengan sangat baik dan ampuh. Sepanjang perjalanan umroh sama sekali gak bocor, gak keluar flek, bahkan saya gak merasakan mual atau pusing, tapi di waktu-waktu tertentu kadang sedikit keputihan tapi dalam level yang wajar.